Kamis, 19 November 2015

Bab 4. Manusia dan Cinta Kasih

A.  Pengertian cinta kasih


        Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadama, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada) atupun ( rasa ) sanga kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta, karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka ( sayang ) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
            Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya, dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

            Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr Sarlito W.sarwono, dikatakanya cinta memiliki tiga unsur, yaitu keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain. Unsur yang kedua keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Unsur yang ketiga adalah kemesraan yaitu, adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan yang mengungkapkan rasa asayang dan seterusnya.

            Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.

            Hikmah cinta sangat lah besar. Hanya orang yang telah diberi kefahaman dan kecerdasaan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkanya. Diantara hikmah tersebut adalah :
1.      Sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian terberat dan pahit dalam kehidupan manusia. Karena setiap cinta akan mengalami berbagai macam rintangan.
2.      Bahwa fenomena cinta yang teah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar dalam melestarikan kehidupan lingkungan.kalau bukan karena cinta tentu manusia tidak akan pernah terdorong gairah hidupnya untuk mewujudkan apa yang telah dicita-citakanya.
3.      Bahwa fenomena cinta merupakan factor utama didalam kelanjutan hidup manusia, dalam kenal-mengenal antara mereka. Juga untuk memanfaatkan kemajuan bangsa. Ia merupakan modal utama dalam mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan yang tersimpan di dalam keindahan alam, kehidupan dan kemanusiaan.
4.      Fenomena cinta, jika diperhatikan merupakan peringkat yang paling kuat dalam hubungan antar anggota keluarga, kerukunan bermasyarakat, mengasihi sesama makhluk hidup, menegankkan keamanan, ketentraman, dan keselamatan di segala penjuru bumi. Cinta merupakan benih dri segala kasih dan sayang, dan segala bentuk persahabatan, dimanapun adanya.


B.  Cinta menurut ajaran agama
                Dalam kehidupan manusia , cinta menampakan diri dalam berbagai bentuk. Kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang mencintai orang lain, atau juga istri dan anaknya, hartanya atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini dapat. Kadang mencintai orang lain, atau juga istri dan anaknya, hartanya atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur’an.
               
                Cinta diri
                Cinta diri erat kaitanya dengan dorongan menjaga diri. Al-Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini, kecenderunganya untuk menuntut segala sesuatu yang membahayakan keelamatan dirinya, dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik baginya dan menjauhkan dari segala keburukan.
                        Diantara gejala yang menunjukan kecintaan terhadap dirinya sendiri ialah kecintaanya sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginanya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup ( QS. Al-‘Adiyat, 100:8 )

            Cinta kepada sesama manusia
                        Agar manusia hidup penuh dengan keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainya, tidak boleh ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya menyeimbangkan cinta dan kasih sayangnya pada orang-orang lain, bekerja sama dan member bantuan kepada orang lain.
                        Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saig cinta mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan kepada para mukmin agar tidak berlebihan dalam mencintai diri sendiri.


            Cinta seksual
            Cinta erat kaitanya dengan dorongan seksual, ia merupakan factor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga
            “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri            dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan            dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian            itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir. ( QS. Ar-Rum, 30:21 )”
            Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksual terbentuklah keluarga. Dari keluarga terbentuklah masyarakat dan bangsa. Dengan demikian bumi pun menjadi ramai, bangsa-bangsa salingkenal mengenal, kebudayaan berkembang, dan ilmu pengetahuan dan industry menjadi maju.

            Cinta kebapakan
            Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan, dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia.
            Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kisah Nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memangglnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang, dan belas kasihan, untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam di telan ombak :
            “…Dan Nuh memanggil anaknya- sedang anak itu berada di tempat yang jauh            terpencil- : “ Hai..anakku, naiklah ( kekapal ) bersama kami dan janganlah kamu    berada bersama-sama orang-orang yang kafir “ (QS Yusuf, 12:84 )
            Cinta ini tampak pula dala doa Nabi Nuh as, yang memohon pada Allah semoga anaknya selamat:
            “Dan Nuh berseru kepada Tuhanya sambil berkata :” Ya Tuhanku, Sesungguhnya      anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan             Engkau adalah hakim yang seadil-adilnya “ ( QS,Hud, 11:45 )
            Biasanya cinta kebapakan nampak dalam perhatian seorang bapak  pada anak-anaknya, asuhan, nasehat, dan pengarahan yang diberikanya pada mereka, demi kebaikan dan kepentingan mereka sendiri.
           
            Cinta kepada Allah
            Puncak cinta manusia yang paling bening,jernih dan spiritual ialah cinta nya kepada Allah dan kerinduanya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakanya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya.
            “katakanlah: “ jika kamu ( benar-benar ) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu” Allah maha pengampun lagi maha penyayang “ ( QS Ali-Imran, 3:31 )

            Cinta kepada Rasul
            Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke du setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dala tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainya .






C.  Kasih sayang

                Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poewadaminta adalah perasaan sayang, perasan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
            Dalam kehidupan berumah tangga, kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.
            Kasih sayang dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam, dari cara pemberian cinta kasih dapat dibedakan :

                           i.            Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif
   Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-   materil dengan sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja, mengiyakan, tanpa      respon. Hal ini menyebabkan si anak menjadi takut, kurang berani dalam masyarakat

                         ii.            Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
   Dalam hal ini anak berlebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, kasih   sayang ini diberikan secara sepihak, orang tua meniakan saja tingkah laku si anak, tidak         memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.

                       iii.            Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
   Kehidupan keluarga ini sangat dingin, tidak ada kasih sayag, masing-maing membawa    caranya sendiri, tidak ada tegur sapa jika tidak perlu. Orang tua hanya memenuhi dalam                bidan materi saja.

                        iv.            Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
   Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-      banyaknya saling menghargai, saling membutuhkan.






D. Kemesraan

            Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab, kemesraan ialah hubungan yang akrab antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang berumah tangga.
            Filsuf Rusia, Salvjef dalam bukunya makna kasih mengatakan “ jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar ke luar cinta diri. Ia mulai hidup baru untuk orang lain “
            Yose Ortage Y Gasset dalam novelnya “on love” mengatakan “ dikedalaman sanubarinya sorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan objek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar an melibatkan seluruh eksistensinya.”
            Selanjutnya Yose mengatakan, bahwa si pencinta tidaklah kehilangan pribadinya dalam aliran enersi cinta tersebut. Malahan pribadinya akan diperkaya dan dibebaskan. Cinta yang demikian merupakan pintu bagi sesorang untuk mengenal dirinya sendiri
            Kemampuan mencintai memberikan nilai hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.

E.   Pemujuaan

                Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhanya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
            Pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.
            Pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhanya. Hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya. Mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekurangan yang ada padanya, dll.

F.   Belas kasihan

                Cinta terhadap sesame adalah perpaduan antara cinta agape dan cinta philia.
            Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita atau cinta kepada Tuhan.
            Dalam cinta sasama dipergunakan istilah belas kasihan karena cinta disini bukam karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaanya. Penderitaan ini mengandung arti luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim, yatim piatu, penyakit yang dideritanya dan sebagainya.
            Perbuatan atau sifat belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihanya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWt.

 Cara-cara menumpahkan belas kasihan
            dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak acara kita menumpahkan belas kasihan. Orang-orang yang umumnya menderita lahir dan bathin umumnya sedikit tangan yang menaruh belas kasihan.
            Bebagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan, dll.

G.  Cinta kasih erotis

                Pertama-tama cinta kaih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara dua orang yang asing satu sama lain. Tetapi seperti telah dikatakan, pemgalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanyalah sementara saja. Bila orang asing tadi telah menjadi seseorang yang diketahui secara intim, tak ada lagi rintangan yang harus diatasi, tidak ada lagi kemesraan tiba-tiba yang harus diperjuangkan.

Selasa, 10 November 2015

Bab 3. Konsepsi ilmu budaya dasar dalam kesusatraan


BAB 3. Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusatraan


        A.      Pendekatan kesusatraan

                Hampir disetiap jaman seni termasuk sastra memegang peranan ynag penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukanya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Disbanding dengan cabang the humanities yang lain, seperti misalnya ilmu bahasa, seni memgang peranan yang penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikanya normatif.
                Hampir disetip jaman sastra mempunyai peranan lebih penting. Alas an pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hamper semua pernyataan manusia
                Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakikatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan, dan lainya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
                 Karena seni memegang peranan penting maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampai nilai-nilai kemanusiaan. Kepekaan menyebabkann dia mampu menangkap hal yang lepas dari pengamatan orang lain.

      B.    Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan prosa
                Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
1)      Prosa lama meliputi
·         Dongeng-dongeng
·         Hikayat
·         Sejarah
·         Epos
·         Cerita pelipuur lara
2)      Prosa baru meliputi
·         Cerita pendek
·         Roman/novel
·         Biografi
·         Kisah
·         Otobiografi

        C.     Nilai-nilai dalam prosa fiksi
1.       Prosa fiksi memberikan kesenangan
Pemabaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing yang belum dikunjunginya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.
2.       Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedia. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan dating atau kehidupan yang asing sama sekali

3.       Prosa fiksi memberikan warisan cultural
Prosa fiksi dapat mensimuli imajinasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.

4.       Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Ada semacam kaidah kemungkinan yang tidak mungkin dalam fiksi yang memungkinkan pembaca untuk memperluas dam mendalami persepsi dan wawasanya tentang tokoh, hidup dan kehidupan manusia. Dari banyak memperoleh pengalaman sastra, pembaca akan terbentuk keseimbangan wawasanya, terutama dalam menghadapi kenyataan-kenyataan diluar dirinya yang mungkin sangat berlain dari pribadinya.

         D.      Ilmu budaya dasar yag dihubungkan dengan puisi               
                Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian ari kesenian, dan kesenian cabang/unsure dari kebudayaan. Kalau diberi batasan ,maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia,alam dan tuhan melalui media bahsa yang artistic/estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
                Kepuitisan, keartistikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
a.       Figurasi bahasa seperti gaya personifikasi, metaforsa, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar,hidup,menarik, dan memberikan kejelasan gambaran angan.
b.      Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir
c.       Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pegalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau
d.      Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-ilai rasa dan asosiasi tertentu
e.      Pengulangan, yang berfungsi untuk menintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.

Alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu budaya adasr adalah :
Ø  Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan” ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih meghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas. Dengan perwakilan itu dapat memberikan kesadaran yang pentng untuk melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri dan masyarakat.

Ø  Puisi dan keinsyafan / kesadaran individual
Dengan membaca puii mahasiswa dapat diajak menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena melalui puisi sang penyair menunjukan kepada pembaca bagian dalam hai manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.

Ø  Puisi dan keinsyafan sosial
Secara imajinatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :
·         Penderitaan atas ketidak adilan
·         Perjuangan untuk kekuasaan
·         Konflik dengan sesamanya
·         Pemberontakan terhadap hokum tuhan

                Mari kita perhatikan kutipan-kutipan prosa dan puisi di bawah ini
               
                                SURAT DARI IBU
                                Asrul sani
                Pergi ke dunia luas anakku sayang
                Pergi ke hidup bebas
                Selama angin masih angin buritan
                Dan matahari pergi menyinari daun daunan
                Dalam rimba dan padang hijau

                Pergi ke laut lepas anakku saying
                Pergi ke alam bebas
                Selama hari belum petang
                Dan warna senja belum kemrah-merahan
                Menutup pintu waktu lampau

                Jika bayang telah pudar
                Dan elang laut pulang kesarang
                Angin bertiup ke benua
                Tiang-tiang akan kering sendiri
                Dan mahkota sudah tau pedoman
                Boleh engkau dating padaku
                Kembali pulang anakku saying
                Kembali kebalik malam
                Jika kapal telah rapat ke tepi
                Kita segera bercerita
                Tentang cinta dan hidupmu pagi hari

                Asrul sani dengan sajaknya “surat dari ibu” mengungkapkan betapa tulus cinta dan kasih saying eorang ibu kepada anaknya. Bukan dengan memenjakanya melainkan dengan nasehat dan petuah-petuah agar anaknya pergi menuntun ilmu kenegri seberang, dan mencari pengalaman hidup sebanyak-banyaknya. Kalau anaknya telah menjadi orang barulah ia boleh pulang dan si ibu akan membicarakan masa depanya, hidup berumah tangga.
                               



Rabu, 04 November 2015

Bab 2. Manusia dan kebudayaan



MANUSIA
Manusia di alam dunia ini memegang peran yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi.
Dalam ilmu eksakta : manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang memberntuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia (biologi).
Dalam ilmu-ilmu sosial : manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan, makhluk berbudaya, sering disebut homo humanus, dan lain sebagainya.
Unsur-unsur yang membangun manusia :
1.      Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :

·         Jasad : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto, dan menempati ruang waktu.
·         Hayat : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
·         Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara sepiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta uang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahiriyah kebudayaan.
·         Nafs : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.

2.      Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :
·  id
Struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingtual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.
·         Ego
Struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. Ego diatur oleh prinsip realitas, Ego sadar akan tuntunan lingkungan luar, dan mengatur tingkah laku sehingga dorongan instingual Id dapat dipuaskan dengan cara yang dapat diterima.

·         Superego
Struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego menunjukan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan kontrol diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.
HAKEKAT MANUSIA
a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujud konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tapi abadi. Jika manusia meninggal jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan.
b.      Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya.
Kesempurnaannya terletak pada adab dan kudayaannya, karena manusia dilengkapi oleh akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat dalam jiwa manusia. Dengan adanya akal manusai mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan adanya perasaan, amnusia mampu menciptakan kesenian. Daya rasa dalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindra. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :
1.      Perasaan Intelektual, perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
2.      Perasaan Estetis, perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
3.      Perasaan Etis, perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
4.      Perasaan diri, perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan diri yang lain.
5.      Perasaan sosial, perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain.
6.      Perasaan religius, perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan.
c.       Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Sebagai mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, patologi,genetika, dan lain sebagainya. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan sebagainya.
d.      Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis dan religius. Dengan kehidupan estetis manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagukan dan mengunkapkan kembali karya dalam lukisan, tarian, nyanyian yang indah. Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan. Dengan kehidupan religius, manusi menghayati pertemuannya dengan Tuhan.
KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Berikut ini dipaparkan bagan mengenai psiko-sosiagram manusia menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat dalam bukunya yang berjudul kebudayaan, mentalis dan pembangunan. Description: http://gerryghost.files.wordpress.com/2011/02/bagan-psiko-sosiogram.jpg?w=416&h=367

PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski
mengemukakan bahwa cultural determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimilki masyarakat itu. kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta dari kata “budhayah” yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa Latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilakan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsukan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya.”
seorang antropolog yaitu E.B.Tylor mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut : Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.
Koentjaraningrat mengatakan bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yan harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
A.L Krober dan C.Kluckhon mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
C.A. Van Peursen mengatakan, bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.
Kroeber dan Klukhon mendefinisikan kebudayaan kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama  keterikatan terhadap nilai-nilai.

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Menurut Melville J. Herkovits mengemukakan pendapatnya bahwa ada empat unsur kebudayaan yaitu :
1. alat-alat teknologi
2. sistem ekonomi
3. keluarga
4. kekuatan politik m
enurut Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan terdiri dari :
1. sistem norma
2. organisasi ekonomi
3. alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan
4. organisasi kekuatan
C. Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of culture mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :
1. sistem religi (sistem kepercayaan)
2. sistem organisasi kemasyarakatan
3. sistem pengetahuan
4.  sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi.
5. sistem teknologi daan peralatan
6. bahasa
7. kesenian

WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :
1. kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstral, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
2. kompleks aktivitas berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diammati atau diobservasi. wujud ini sering disebut sistem sosial.
3. wujud sebagai benda aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai pengunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.

ORIENTASI NILAI BUDAYA
kebudayaan sebagai karya manusai memiliki sistem nilai. Menurut C. Kulckhohn dalam karyanya Variation in Value Orientation (1961) sitem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1. hakekat hidup manusia (MH) hakekt hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern, ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu mengaggap hidup sebagai suatu hal yang baik “mengisi hidup”.
2. hakekat karya manusia (MK) setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3. hakekat waktu manusia (WM) hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, ada yang berpandangan memntingkan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang.
Kerangka Khuckhpn mengenai lima masalah dasar dalam hidup yang menentukan orientasi nilai Budaya Manusia
Masalah dasar dalam hidup kita
Orientasi Nilai Budaya
Hakekat hidup (MH)
Hidup itu buruk
Hidup itu baik
Hidup itu buruk, tetapi manusa wajib berikhtiar supaya hidup itu menjadi baik
Hakekat karya (MK)
Karya itu untuk nafkah hidup
Karya itu untuk kedudukan, kehormatan dan sebagainya
Karya itu untuk menambah karya
Persepsi manusia tentang waktu (MW)
Orientasi ke masa depan
Orientasi ke masa lalu
Orientasi ke masa depan
Pandangan manusai terhadap alam (MA)
Manusai tunduk kepada alam yang dahsyat
Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam
Manusia berhasrat menguasai alam
Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya (MM)
Orentasi kolateral (horisontal), rasa ketergantungan pada sesamanya (berjiwa gotong royong)
Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh atasan dan berpangkat
Individualisme menilai tinggi usaha kekuatan sendiri
4. hakekat alam manusia (MA)
ada kebudayaan yang menganggap manusai harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin, ada pula kebudayaan yang beranggapan manusia harus harmonis dnegan alam dan manusai harus menyerah kepada alam.
5. hakekat hubungan manusia (MN)
dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertikal (orientasi kepadaa tokoh-tokoh). ada pula yang berpandangan individualistis (menilai tinggi kekuatan sendiri).

PERUBAHAN KEBUDAYAAN
masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya
tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak.
terjadina gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
1. sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
2. sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. masyarakat yang hidupnya terbuka, berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah lebih cepat.
proses akulturasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam.
pada saat itulah unsur-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. proses migrasi besar-besaran, dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut.

beberapa masalah yang menyangkut proses tadi adalah :
A. unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima
B. unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima
C. Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang baru
D. ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat dari akulturasi

pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah :
a. unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya.
contohnya : alat tulis menulis
b. unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat besar.
comtohnya : radio, komputer, telephon yang banyak membawa kegunaan terutama sebagai alat komunikasi.
c. unsur-unsur yang dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur tersebut.
contohnya : mesin penggiling padi

unsur-unsur yang sulit diterima oleh suat masyarakat misalnya :
a. unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lainnya
b. unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.
contohnya : soal makanan pokok masyarakat.

berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya :
1. terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
3. corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.
4. suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5. apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaanya oleh warga masyarakat yang bersangkutan

KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.
kaitan manusia dan kebudayaan tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1. Eksternalisasi
proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2. Obektifitas
proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusai dan berhadapan dengan manusia.
3. Internalisasi
proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.

referensi:  https://dewirosdyana.wordpress.com/ilmu-budaya-dasar/bab-1-manusia-dan-kebudayaan/